Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Epik

Hujan, Aku Tak Pernah Membencimu

Langit masih berselimut awan mendung yang menggantung. Rintikan gerimis lembut masih jatuh menetes di jilbab unguku. Angin yang menghembus udara beku menusuk hingga ke tulang. Zambrud piramid pun berdiri anggun dihadapanku, nampak segar dengan beberapa pohon yang menyisakan butiran-butiran air hujan pada daun dan batangnya. Beberapa benda cokelat dari biasan warna genting rumah terletak berjauhan. Anak-anak berlari dilapangan yang rumputnya telah gundul dengan bola di kakinya. Merpati-merpati putih, hitam dan cokelat itu terbang, saling berkejar-kejaran, sesekali hinggap di kabel listrik, sesekali hinggap di atap rumah, dan sesekali turun di rerumputan taman rumah. Semua kembali keluar setelah hujan deras pergi, setelah petir yang menjerit-jerit telah berlalu. Hujan, aku tak pernah membencimu, meski aku marah setiap kali kau membawa petir bersamamu Bukankah kau tahu, betapa kawanmu itu selalu membuatku takut? Meski dia gagah, dan kilatan cahayanya indah, tapi aku tak pernah me...

Aku ingin kembali...

Aku datang padaMu dalam keadaan hancur dengan diri yang tak pernah tahu kemana lagi harus mengadu dengan tetesan air mata yang tak pernah berhenti mengalir dengan kebingungan yang tak pernah sirna dari benak Allah, aku datang dalam keadaan hancur berkeping-keping dihadapanMu, aku luluh... Aku tahu bahwa setiap saat setiap waktu Kau menyaksikanku mengkhianatiMu, menyakitiMu, dan membuatMu cemburu... Aku malu padaMu untuk kembali, Namun itulah yang Kau harapkan dariku, kembali... Allah, cintaMu membuatku kembali, Kau takkan membiarkanku bermain-main terlalu lama dengan apa yang tak Kau sukai Dan do'a orang-orang mencintaiku, senantiasa memperkuat penjagaan ini Allah, Kau menyapaku dengan segala kelembutanMu, dengan hikmah yang kau hadirkan dihadapanku. Dengan segala bentuk yang membuatku paham bahwa aku salah melangkah.Allah, aku tak ingin kembali melakukan hal serupa. yang ku kutakutkan saat ini adalah jauh dariMu... Allah, jadikan aku selalu dalam peluk hangatMu, Aku t...

Kau, Maha Cahayaku

Bismillah Rabb, saat aku meminta kemudahan Kau malah memberiku orang-orang yang harus aku selesaikan masalahnya Aku tak sanggup menjalani ini, aku tak sanggup untuk bisa memahami orang lain. Tidakkah cukup bagiku dengan kepelikan yang sedang aku alami saat ini? Tidakkah mereka mampu memahami apa yang terjadi padaku saat ini? Mengapa yang mereka mau harus saja terpenuhi sedangkan mereka selalu menghambat apa yang harus aku aku lakukan? Kenapa mereka selalu meminta hasil yang maksimal sedangkan mereka tak mau tahu proses yang aku alami? Namun aku mengerti, janjiMu tak pernah salah, "barangsiapa memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusannya." Rabb, Saat aku meminta padaMu dicintai dan disayangi Kau malah memberiku masalah yang menuntut kedewasaanku

Tak Bergeming

Dan aku masih terdiam disini tak bergeming... Sesaat yang tampak kau melihatku berlari, berlari terus meninggalkan tempat ini. Dan kau menatapku tanpa keluh. Kemudian aku melihat kau berdiri disana, masih disana memandang kegilaanku yang membuncah. Dan aku berlari ke arah manapun yang aku mau. kau pun berlari dengan arah yang pasti, dengan tujuan yang pasti mendekati garis finish. Sedangkan aku? aku baru memulainya... Kau lihat aku? lihatlah, aku seperti menabur pasir menutupi jejak kakiku. Padahal tanganku kosong, padahal aku tak melakukan apapun dengan tanganku. Kau dengar aku? namun yang kau dapat hanya keheningan, padahal disini aku berteriak, berbicara, mungkin pula meratap. Kau rasakan? kau merasakannya bukan? yang kau rasa hanya kedinginan bukan? dingin dan beku, seperti salju yang turun di setiap sudut kota. Padahal aku masih membakar kayu bakar, agar kau tetap merasa hangat di depan perapian yang takkan pernah padam apinya, karena aku akan selalu menjaganya tetap menya...