Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Flash Fiction

Terulang

Malam telah sempurna memeluk kota itu saat hujan mulai mereda setelah ia turun menggemparkan dengan ribuan kubik airnya yang tumpah ruah. Udara dingin mulai menusuk ke sumsum setiap orang. Baginya, dingin pun turut menyusup ke palung hatinya. Gadis itu terduduk di pojok ruang tamu. Tangannya menekan dada kirinya, ada perih yang sulit dieja olehnya. Sesekali matanya melirik ponsel, masih tak ada sms dari orang yang mengajaknya pergi malam itu. Ia merapatkan jaketnya saat udara beku mulai menghembus. Sesekali ia menghembus nafasnya kasar. Matanya kembali melirik ke layar ponselnya, masih kosong. Hanya ada gambar dirinya yang telah ia tetapkan sebagai wallpaper . Ia memandangi jam digital di ponselnya, hampir menunjuk ke arah 19.00 Jadi gk? Udah nyampe mana? *** “Untuk kesekian kalinya...” Gadis itu mengirimkan pesan padanya. “Memang kenapa?” balas seseorang. “Tidak apa-apa. Memang harus begini.” Jawab gadis itu. “Tapi tak apa-apa, aku tak seperti yang kita prediksi kemari...

Bahagia pun...

Ku lihat Hilya wajahnya tampak kuyu, duduk di samping jendela. "Kenapa dek? Kusut sekali..." "Semalem tidurku kurang nyenyak." Jawabnya sambil menguap. "Lho kenapa? bukannya proposal skripsimu sudah di acc?" "Benar mbak, ternyata terlalu bahagia juga bisa bikin tidur nggak nyenyak..." Glekk...

Percaya deh...

"Karena ini sudah darurat, Mbak pikir nggak apa-apa dek menghubunginya supaya semuanya jelas." Ujar Mbak Hanna menggebu-gebu. "Apa iya nggak apa-apa mbak?" tanyaku ragu. "Nggak usahlah mbak, malu-maluin mbak." "Nggak apa-apa dek. Percaya deh sama Mbak..." Ujar beliau lagi mantap diraih handphonenya yang beliau letakkan di atas rak bukunya. "Nggak usahlah mbak." bujukku. Ku tarik lengan gamis cokelatnya. Kali ini Mbak Hanna tak menggubrisnya, segera dibuka daftar nama di phonebook nya. Setelah beliau menemukan satu nama tak ragunya ditekan tombol "ok". Aku pasrah. Sedetik dua detik mbak Hanna menunggu panggilan masuk. Tak berapa lama sebuah suara terdengar, "Maaf, pulsa anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ini. Silakan lakukan pengisian ulang." Glekk...