Rindu datang mengusik hingga menusuk Menantang fajar, senja pun tunduk tertakluk Menghimpun remah-remah asa yang masih tersisa Memuai harap dari sepotong rasa yang berkuasa Kau, menjejak di ruang biru Aku, berada di garis hijau Ada bentangan masa dan ruang menyekat Melebur menjadi ragu bernama kemustahilan Rindu hadir tanpa tafsir Rasa datang menggeliat kenangan Menuding kata mengamini hati Bersemayam di sudut jiwa Katakanlah... Dengan jalan mana yang akan menyampaikanku padamu Pun sebaliknya... Adakah sepotong kilau cahaya untuk kita? Secercah pijar yang akan mempertemukan kita pada akhirnya. Katakanlah, wahai rindu tanpa tafsir. Kau datang mengisi setiap ruang, setiap sisi hatiku Menebar aroma harum yang mempesona Bagai pisau dengan dua mata. Kau merobek dinding hati merangsek keluar. Wahai rindu tanpa tafsir, kemudian engkau pergi tanpa jejak Seolah harapan telah mati membusuk Wahai rindu tanpa tafsir, bisakah ku te...