Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Herbal Hati

Gelap, Sunyi, dan Seberkas Cahaya

“ ...dan yang terpenting adalah hindari kebiasaan 3M kita, mengeluh, menyalahkan orang lain dan mencari pembenaran.” Potongan paragraf dari artikel sebuah situs Islami yang sedang aku baca. Aku tengah asyik berselancar di opera mini dengan si orchid, hape mungilku ketika kakak sulungku memanggilku. “Qis...” panggil bang Syamil. Aku menoleh ke arahnya yang kini sudah mahir menyetir jarak jauh, PP Bandung-Cirebon tanpa menginap di tempat tujuan. Bang Syamil melirik ke arahku sekilas lewat kaca spion kemudian ia melirik Mbak Hanna -yang duduk di jok depan di sampingnya tengah tertidur pulas- untuk memastikan istrinya yang baru ia nikahi sebulan itu benar-benar nyaman di tempatnya. “Ya Bang?” tanyaku. Ku letakkan handphone yang ku gunakan untuk internetan selama perjalanan dari Cirebon hingga kini mobil kami membelah jalanan Sumedang. “Adikmu kenapa tuh? Lagi ada masalah? sedari tadi ngelamun terus liatin jalanan.” Bang Syamil terkekeh, mata elangnya kembali tertumbu di spion ten...

Kedewasaan

Pagi memendar dingin yang menusuk. Ku rapatkan jaket merah hitamku, duduk di antara puluhan santri yang telah berkumpul menghadap seorang guru besar yang terduduk di depan kelas. Ku lirik jam logam yang melingkar di lengan kiriku menunjukkan pukul 5. 40. Waktu yang paling nikmat untuk tidur kembali selepas shalat shubuh dengan udara yang menghembus, merayu. "Ada yang mau ditanyakan?" ucap sang guruku tegas. Aku masih tertunduk memainkan pulpen dengan ujung jariku. Berpikir, mengaduk-aduk isi otakku untuk mencari perkara yang bisa aku ungkap. "Pak ustadz, apa yang membuat orang bisa menjadi berpikir dewasa dan bijak?" tanya seorang ikhwan di ujung sudut kiri. Pertanyaan menyentakku. Aku mengangkat kepalaku. Sekilas ku lirik ikhwan itu lalu ku alihkan pandanganku pada guruku.

Software Shalehah

"Aku ingin shalehah." Ujarnya.Aku menatapnya sejenak. Seraut wajah serius ditunjukkannya di hadapanku. Hm.. seserius apapun, ekpresi kekanak-kanakannya tak pernah luput dari wajahnya yang imut. "Langsung aja..." jawabku singkat seraya kembali kualihkan pandanganku pada monitor yang telah penuh dengan ribuan kata dari tugas akhirku. Jariku masih meloncat-loncat dari tombol satu ke tombol lainnya diatas keypads yang terbungkus plastik. "Caranya?" tanyanya polos. "Please... tolong dong, installkan software shalehah padaku." lanjutnya merajukku. Sudah ku duga. seberapa lama kau mampu bersikap serius? Meski demikian, setiap keinginan yang dia ajukan tak pernah sedikitpun ku ragukan keseriusannya walau setiap kali dia mengutarakannya dengan kekonyolannya dan tingkah kekanak-kanakannya. "Hm..." aku berpikir sejenak. Menghentikan aktivitasku mengetik tugas akhirku yang harus segera ku selesaikan. Kemudian aku kembali mengetik. Dia turut t...

Belajar Cinta

Mereka ajarkan padaku, mencintai itu sederhana. Mereka katakan padaku, mencintai itu tidak boleh melukai. Tidak melukai dirimu, tidak melukai Allah, pun tidak melukai orang yang kau cintai. Tidak melukai perasaan, fisik, mental, ruhiyah dan menganggu kemesraan dengan Allah. Mereka bilang, cintaku pada orangtuaku ialah dengan tidak menyeret mereka untuk bertanggung jawab atas tingkah nakalku yang tidak Dia sukai. Tidak mengecewakan keduanya, tidak menghilangkan kebanggaanya padaku saat hari perhitunganNya. Mereka bilang, mencintai saudariku itu dengan tidak membiarkan mereka senang dengan perbuatan yang tidak disukaiNya. Membiarkan mereka berleha dengan waktu, sementara aku sibuk memperbaiki diri.

Merpati

Tatapannya kosong pada sebuah sangkar kosong yang tergantung pada pohon di belakang rumahnya. Bibirnya diam membisu. Kaki kananya ditopangkan ke kaki kiri, begitu pun dengan tangannya. Dia telah seperti itu sejak satu jam yang lalu. Tidak dengan otaknya, otaknya berpikir keras dan lamunannya berlari kesana kemari. Aku duduk disampingnya, menjejerinya tanpa kata. Ia tetap tak bergeming dengan kedatanganku, meski hanya sekedar ekor matanya yang tergerak. Tatapannya masih terpaku pada sangkar coklat itu. “Kau tahu kenapa sepasang merpatiku tak lagi disana?” akhirnya kata-kata itu datang memecah kesunyian setelah sepuluh menit bergulir sejak aku duduk menyertainya. Aku menggeleng, “Tidak.” Ujarku kaku. “Si betina terbang entah kemana... sedangkan si jantan mati disangkar itu.”  jelasnya datar tanpa ekspresi. “Bukankah sepasang merpati itu...” “Benar, itu hadiahnya.” Dia memotong kalimatku sebelum aku benar-benar menyelesaikannya. Aku mengangguk-angguk.

Aku Fakir akan CintaMu

Rabb, aku fakir akan cintaMu Cinta yang mendekapku dalam kesendirian Cinta yang menjagaku dalam keramaian Cinta yang tak pernah reda meski aku berpaling Rabb, cintaMu sungguh sempurna... Cinta yang mengangkat beban yang terpikul diatas bahu yang lemah ini Cinta yang menyatukan serpihan hati yang hancur berkeping Cinta yang mengobati luka pada jiwa yang letih Rabb, cintaMu adalah kekuatanku Cinta yang slalu membuatku menegakkan wajah yang tertekuk Cinta yang memudahkan hati untuk memaafkan Cinta yang mampu meringankan ukiran senyum di bibir Dalam desahan nafasku, Kau kirim berjuta cinta yang tak terhingga Seperti deretan lampion di setiap ujung jalan yang menerangi langkahku Menghayutkan nestapa pada sungai waktu yang membawa pada muara masa lalu Rabb, aku butuh cintaMu, selalu, dan selamanya... Cinta yang bisa membeli semua cinta di jagat raya ini Juga atas cinta para penduduk langit Rabb, aku butuh cintamu, Cinta yang bisa membawaku terbang dan bangkit dalam k...

Terjebak Persepsi

Bismillah... Hikmah dari biografi Jean Paul Sartre yang tertuang dalam novelnya “Les Mots” atau “Kata-kata” yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Sartre adalah salah satu penulis Perancis yang mengenalkan aliran ekstensialisme. Ekstensialisme adalah sebuah aliran yang mengutamakan eksistensi dan kebebasan manusia. Ada satu hal yang menggelitik dalam perjalanan hidupnya. Awalnya beliau adalah seorang yang mempunyai kesadaran diperhatikan oleh Tuhannya. Jean Paul kecil saat itu sedang bermain di rumahnya, kemudian tanpa disengaja dia membakar karpet. Pada saat itu tak ada seorang pun yang melihat perbuatannya, baik ibunya   maupun ayah tirinya. Akan tetapi dia merasa ketakutan karena dia merasa ada mata Tuhan yang selalu mengintai dan memperhatikannya. Jean Paul berlari kesana kemari, akan tetapi dia selalu merasa diawasi. Sekalipun ketika Jean Paul berlari ke kamar mandi, “mata” itu terus melihat dan menghakimi perbuatannya itu. Hingga Jean Paul merasa frus...

Que Sera Sera

When I was just a little girl I asked my mother, what will I be Will I be pretty, will I be rich Here's what she said to me. Que Sera, Sera, Whatever will be, will be The future's not ours, to see Que Sera, Sera What will be, will be. When I was just a little boy I asked my mother, what will I be Will I be handsome, will I be rich Here's what she said to me. Que Sera, Sera, Whatever will be, will be The future's not ours, to see Que Sera, Sera What will be, will be. Bersamamu ibu, kita rangkai mimpi itu bersama... :)

Ayah

Meski kau tak pernah menunjukkan cintamu seperti ibu Selalu ada cinta, Dalam setiap helaan nafasmu, dalam setiap detak jantungmu Ayah, ajarkan aku mencintaimu Seperti cintamu yang tak pernah padam Ajarkan kami bersabar padamu Seperti sabarnya dirimu menghadapi rengekan kami Ayah, beri kami kesempatan untuk membahagiakanmu Meski hanya setitik dari pengorbananmu yang tak bertepi Dan kau Ayah... Matahariku yang tak pernah berhenti bersinar...

Cinta, Love dan L'Amour

Cinta Aku bertanya pada alam semesta tentang arti cinta, lalu satu persatu mereka menjawab tanyaku... Bumi menjawab: “Cinta adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tapi ia tak pernah peduli. Pikir cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.” Air menjawab: “Cinta adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih kesukaan, kerelaan, akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan,  atau samudra yang luas sebagai naungan segala perasaan. Api menjawab: “Cinta adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan. Angin menjawab: “Cinta adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa.

Al Qur'an, Subhanallah ya, sesuatu...

Siang itu, menjelang Ashar aku baru bangun dari tidur siangku. Saat teh Rasi datang mendekatiku dengan mushaf hijau kesayangannya. Mulutnya komat-kamit, bukan mengucap mantra tapi sedang muroja'ah atau mengulang kembali hafalan qur'annya. "Morning..." Ucapnya jail padaku, tentu saja bukan waktu yang tepat untuk mengucapkan kata itu di tengah hari seperti ini. Aku mengerucutkan mulutku, pertanda protes padanya.  "Yaa Ayuhaal Muzzammiil... Hai orang yg berselimut..." Lagi-lagi dia menggodaku. Aku pura-pura cemberut "Teteh itu kan untuk membangunkan qiyammul lail..." protesku. "Hihihi..." dia tertawa nyaring seperti anak kecil yang baru diberi uang jajan oleh ibunya. "Da aku teh suka sekali godain kamu teh" Ucapnya meniru suara anak kecil (ini trend di asrama Daarul Ihsan yang dipelopori teh Naya).

Aku ingin kembali...

Aku datang padaMu dalam keadaan hancur dengan diri yang tak pernah tahu kemana lagi harus mengadu dengan tetesan air mata yang tak pernah berhenti mengalir dengan kebingungan yang tak pernah sirna dari benak Allah, aku datang dalam keadaan hancur berkeping-keping dihadapanMu, aku luluh... Aku tahu bahwa setiap saat setiap waktu Kau menyaksikanku mengkhianatiMu, menyakitiMu, dan membuatMu cemburu... Aku malu padaMu untuk kembali, Namun itulah yang Kau harapkan dariku, kembali... Allah, cintaMu membuatku kembali, Kau takkan membiarkanku bermain-main terlalu lama dengan apa yang tak Kau sukai Dan do'a orang-orang mencintaiku, senantiasa memperkuat penjagaan ini Allah, Kau menyapaku dengan segala kelembutanMu, dengan hikmah yang kau hadirkan dihadapanku. Dengan segala bentuk yang membuatku paham bahwa aku salah melangkah.Allah, aku tak ingin kembali melakukan hal serupa. yang ku kutakutkan saat ini adalah jauh dariMu... Allah, jadikan aku selalu dalam peluk hangatMu, Aku t...

Kau, Maha Cahayaku

Bismillah Rabb, saat aku meminta kemudahan Kau malah memberiku orang-orang yang harus aku selesaikan masalahnya Aku tak sanggup menjalani ini, aku tak sanggup untuk bisa memahami orang lain. Tidakkah cukup bagiku dengan kepelikan yang sedang aku alami saat ini? Tidakkah mereka mampu memahami apa yang terjadi padaku saat ini? Mengapa yang mereka mau harus saja terpenuhi sedangkan mereka selalu menghambat apa yang harus aku aku lakukan? Kenapa mereka selalu meminta hasil yang maksimal sedangkan mereka tak mau tahu proses yang aku alami? Namun aku mengerti, janjiMu tak pernah salah, "barangsiapa memudahkan urusan orang lain, maka Allah akan memudahkan urusannya." Rabb, Saat aku meminta padaMu dicintai dan disayangi Kau malah memberiku masalah yang menuntut kedewasaanku

Mencinta

Cinta, apa yang ku ketahui dengan dari satu kata itu? Benarlah orang bilang, cinta tak pernah mampu dilukiskan kata-kata Sekalipun menenun jiwa dalam keindahannya Meskipun menyulam hati dengan pesonanya Bagai merpati yang mengepakan sayapnya di udara Layaknya mentari yang merona di romantisnya fajar Bahkan seperti senja yang meneduhkan Yang kutahu seperti itulah cinta yang terasa memabukkan Rindu menjadi magnet kebersamaan Menyeret langkah menuju sujud yang panjang Merayu diri bermesra dengan ayat-ayat cintaNya Lisan pun tak henti berucap asmaNya Duhai Yang Maha Mencinta Tak ada yang lebih indah selain mencintaMu Tak ada yang lebih syahdu selain menghabiskan malam denganMu Tak ada yang lebih membanggakan selain mengakui kekuatanMu Ah… Engkau telah membuatku tergila dengan cintaMu…

Cacian? Ejekan? Siapa Takut !!!

Bismillah… Sahabat sudah berapa kalikah kita mendapat teguran secara halus maupun terang-terangan yang intinya “Kok akhlak gak sesuai dengan penampilan ya?”. Atau “Kok kelakuannya gak menggambarkan kostumnya sih.” dan macam-macam lainnya. Terus karena kita tidak terima dengan kritik itu muncullah pembelaan, “haduh please deh, don’t judge the book by the cover.” Atau “Lha kan namanya juga manusia, wajar kan buat salah. Namanya juga lagi berproses.” Terus setelah ngomong gitu nggak ada follow up dari kita, nggak ada usaha untuk memperbaikinya. Masih hanyut dan nyaman dengan kondisi seperti itu. Lantas waktu ada orang yang mengucapkan hal yang serupa maka muncul lagi pembelaan yang sama. Lho ?? terus dimana prosesnya dong  kalo gitu-gitu terus ?

Hati

Hati masihkah engkau bertahta ditempat tertinggi diri ini? Saat akal menjadi penasehatmu dan nafsu sebagai hambamu Hati, Masihkah engkau seputih kapas yang bersih ? Ataukah telah berubah sehitam lumpur ? Hati, masihkah kau selembut salju dalam setiap bulirnya? Ataukah lebih keras daripada sepotong besi? Masihkah kau mampu menyapa saat aku berbelok dari jalanNya? Masihkah kau akan berteriak saat kaki ini melangkah menuju pengkhianatan padaNya? Masihkah kau mampu berdering membangunkan dari kelalaian? Masihkah kau berbisik menggiringku pada kebaikan? Hati saat kau berbisik aku meredammu Saat kau berbicara padaku, aku pun mengabaikanmu Bahkan saat kau berteriak memperingatkan, aku malah membungkammu Saat kau menyerah, aku semakin terlena Hati, benarkah kau telah mati dalam dada ini? Saat Dia menghidupkanmu kembali dengan cahayaNya Saat Dia menyembuhkanmu dengan rahmatNya Dan saat Dia menguatkanmu dengan kasih sayangNya Sesungguhnya itu adalah nikmat yang l...

Surat Cinta untuk Allah

Bismillah… Kepada: Allah yang tak pernah habis lautan cintaNya. Rabb… aku malu walau hanya meminta setetes cintaMu yang mampu menyejukkanku Karena, tanpa aku meminta Kau telah memberiku lautan cinta dan nikmat yang tak pernah surut… Rabb, Kau tau apa yang terjadi dalam hati ini dan hatinya. Jika Engkau mengkhendaki kami, niscaya itu akan menjadi kebahagiaan bagi kami. Namun seberapa lama kebahagiaan itu akan bertahan ? seberapa banyak kami akan bisa bersyukur atas kebersamaan ini ? sampai usia kami tertutup? Atau hanya saat itu, saat ambisi telah direngkuh ? ambisi yang telah membuat kami melupakan cinta pada Rabbnya. Cinta yang selama ini dirasakan, diimpikan dan dirindukan terkikis oleh waktu yang menghilangkan pesona keindahan dzahir. Lantas semuanya akan berlalu begitu saja ? Jika Engkau tak menyatukan kami, dan mempertemukan kami dengan pasangan lain. Rabb, tentulah akan ada dua orang lain yang terluka karena perbuatan kami ini....